Tutti Pausa = Grand Pause itu ketika sebuah orkestra sengaja berhenti, biasaya pada saat pergantian movement atau mungkin sengaja dibuat seperti itu, yang mengundang tepuk tangan para penonton yang sebenarnya tak diinginkan.
Tunggu! jangan tepuk tangan dulu karena show nya belum selesai!
Kalau kau bermain di acara panggung hidup mungkin ini terjadi!
tapi apakah hati seorang manusia sanggup mengatasi tutti pausa ini?!
Sebuah cerita yang sepertinya telah usai, kembali akan dimainkan. Lelahnya pemain orkestra menunggu aba-aba sang konduktor. Bagaimana bila tiba-tiba si konduktor itu memutuskan untuk menghentikan semua. Hanya cukup satu movement saja?
Kemungkinan besar para pemain akan kecewa, bukan penontonnya. Karena mereka hanya mepedulikan indah nya alunan musik yang ada.
Kalau ini orkes cinta, lebih baik kau yang konduktor berikan aba-aba, seringai, gelagat yang jelas.
Supaya tak ada yang berharap, tak ada yang menangis kecewa pada akhirnya.
Jangan berikan tepuk tangan itu karena mengundan harap, sungguh!
Tapi pada akhirnya Tutti Pausa dalam hidupku, aku harus menunggu. dan berterima kasih pada para penonton yang dengan tepuk tangannya telah sanggup menutupi eraaan ku yang sebenarnya!
Love,
aku yang menunggu.
Saturday, May 3, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)
