argh..
i know.. i know..
the what is wrong with me question has been around for quite sometimes now..
but..
how could he
be...
that..
alluring..
charming,
in another word..
with that glasses that i like on him
and with that attire that always in my head for a charming mr.p?!
just ask my besties..
it was just as what i always mentioned
what a sweet coincidence (at least for me!)
Oh whenever i want to hate you
whenever i want to back away..
there's always sth
that pulls my attention back to you..
why?
what an intriguing, this is
with only me who's playing..
I'm just like a fool whose attention is nailed on someone who isn't even looking at my way
tell me it's time to stop
please just drag me from this useless dream..
i've done my part and my act
i just wanna stop
and see what you're up to
but there's nothing rite?
it was only me all along!
I'm always afraid to know the answer
but maybe this is it
or it will soon be a self destruction project to me
if it's gonna be like this forever
please
slap me back to reality
because
i will never understand
i will never know
but i will stop guessing
somehow
somewhen
so help me.. decide!
Monday, September 22, 2008
Friday, August 29, 2008
Saturday, May 3, 2008
Tutti Pausa
Tutti Pausa = Grand Pause itu ketika sebuah orkestra sengaja berhenti, biasaya pada saat pergantian movement atau mungkin sengaja dibuat seperti itu, yang mengundang tepuk tangan para penonton yang sebenarnya tak diinginkan.
Tunggu! jangan tepuk tangan dulu karena show nya belum selesai!
Kalau kau bermain di acara panggung hidup mungkin ini terjadi!
tapi apakah hati seorang manusia sanggup mengatasi tutti pausa ini?!
Sebuah cerita yang sepertinya telah usai, kembali akan dimainkan. Lelahnya pemain orkestra menunggu aba-aba sang konduktor. Bagaimana bila tiba-tiba si konduktor itu memutuskan untuk menghentikan semua. Hanya cukup satu movement saja?
Kemungkinan besar para pemain akan kecewa, bukan penontonnya. Karena mereka hanya mepedulikan indah nya alunan musik yang ada.
Kalau ini orkes cinta, lebih baik kau yang konduktor berikan aba-aba, seringai, gelagat yang jelas.
Supaya tak ada yang berharap, tak ada yang menangis kecewa pada akhirnya.
Jangan berikan tepuk tangan itu karena mengundan harap, sungguh!
Tapi pada akhirnya Tutti Pausa dalam hidupku, aku harus menunggu. dan berterima kasih pada para penonton yang dengan tepuk tangannya telah sanggup menutupi eraaan ku yang sebenarnya!
Love,
aku yang menunggu.
Tunggu! jangan tepuk tangan dulu karena show nya belum selesai!
Kalau kau bermain di acara panggung hidup mungkin ini terjadi!
tapi apakah hati seorang manusia sanggup mengatasi tutti pausa ini?!
Sebuah cerita yang sepertinya telah usai, kembali akan dimainkan. Lelahnya pemain orkestra menunggu aba-aba sang konduktor. Bagaimana bila tiba-tiba si konduktor itu memutuskan untuk menghentikan semua. Hanya cukup satu movement saja?
Kemungkinan besar para pemain akan kecewa, bukan penontonnya. Karena mereka hanya mepedulikan indah nya alunan musik yang ada.
Kalau ini orkes cinta, lebih baik kau yang konduktor berikan aba-aba, seringai, gelagat yang jelas.
Supaya tak ada yang berharap, tak ada yang menangis kecewa pada akhirnya.
Jangan berikan tepuk tangan itu karena mengundan harap, sungguh!
Tapi pada akhirnya Tutti Pausa dalam hidupku, aku harus menunggu. dan berterima kasih pada para penonton yang dengan tepuk tangannya telah sanggup menutupi eraaan ku yang sebenarnya!
Love,
aku yang menunggu.
Thursday, February 14, 2008
Pianissimo Love
This is what I call Pianissimo Love:
sebuah cinta yang berawal forte dan seiring berjalannya waktu menjadi pianissmo. Bukankah semua cinta seperti itu? Semua cinta pasti berawal dengan passion lalu decrescendo. Mungkin kalau the truth will be told, passion itu akan muncul lagi. Tapi kapan?
Sekarang aku bertanya bagaimana kita bisa mengerti satu orang dalam jangka waktu yang cukup singkat?! Hey be fair! life is short. I don't want to waste my time when my instinct say this is not the right one! Tapi bagaimana aku tau kalo ini adalah yang benar?!
Kenapa aku mempertanyakan dan meragukan, padahal ini membuatku tak nyaman.
Ketika aku bermain musik, pianissimo selalu menuntutku untuk terlena dalam dayu dan sedih. karena ingin mati mengiris hati.
Mungkin tunggulah beberapa bar saja, mulai nada-nada mayor dengan staccato dan forte?
berapa lama aku harus menunggu agar tau? dan yakinkah aku pada nulariku?
sebuah cinta yang berawal forte dan seiring berjalannya waktu menjadi pianissmo. Bukankah semua cinta seperti itu? Semua cinta pasti berawal dengan passion lalu decrescendo. Mungkin kalau the truth will be told, passion itu akan muncul lagi. Tapi kapan?
Sekarang aku bertanya bagaimana kita bisa mengerti satu orang dalam jangka waktu yang cukup singkat?! Hey be fair! life is short. I don't want to waste my time when my instinct say this is not the right one! Tapi bagaimana aku tau kalo ini adalah yang benar?!
Kenapa aku mempertanyakan dan meragukan, padahal ini membuatku tak nyaman.
Ketika aku bermain musik, pianissimo selalu menuntutku untuk terlena dalam dayu dan sedih. karena ingin mati mengiris hati.
Mungkin tunggulah beberapa bar saja, mulai nada-nada mayor dengan staccato dan forte?
berapa lama aku harus menunggu agar tau? dan yakinkah aku pada nulariku?
Subscribe to:
Comments (Atom)
